14 Mei 2008

Fisika dan Olahraga - Efek Magnus pada Bola

Tendangan bebas David Beckham dan Roberto Carlos sering mengecoh kiper di balik pagar hidup. Pasalnya, bola yang dilepaskan kedua pemain itu kerap berbelok secara horisontal di udara dan menyimpang dari lintasan yang seharusnya.

Perilaku gerak bola seperti ini dapat diterangkan dengan sebuah teori cetusan fisikawan Inggris, Lord Rayleigh, yang dituntaskan oleh rekan seprofesinya dari Jerman, Gustav Magnus, pada 1852.

Gambar menunjukkan bahwa bola, yang berputar dengan arah berlawanan dengan arah jarum jam di udara, akan mengalami gaya Magnus ke arah kiri. Fenomena ini terjadi akibat tekanan udara di kiri bola lebih rendah dari sisi yang lain.

Kenapa? Karena aliran udara di sebelah kiri bola lebih cepat dibanding di sebelah kanan (yang dilawan oleh putaran bola). Pada 1910, fisikawan Inggris, Sir J.J. Thompson menggunakan istilah Magnus Effect untuk pergeseran bola akibat ketidakseimbangan tekanan udara ini. Thompson pun berhasil menemukan formulasi matematika untuk Efek Magnus.

Meski telah diketahui secara teori, namun untuk menggabungkan Efek Magnus dengan lengkungan vertikal yang pas tetap dibutuhkan kecakapan intuitif. Keahlian memadukan efek puntir dan angkatan bola dengan tinggi yang pas tersebut dimiliki Beckham dan Roberto Carlos. So, rajinlah berlatih kalau ingin punya tendangan pisang mematikan.

Tidak ada komentar: